Kisi-Kisi Ujian Madrasah (UM) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun Ajaran 2025/2026 disusun sebagai pedoman pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Dokumen ini menjadi rujukan strategis dalam memastikan bahwa proses penilaian berjalan selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum KEPDIRJEN 3302.
Sebagai jenjang pendidikan menengah pertama berbasis keagamaan, MTs menekankan penguatan pemahaman konseptual, analisis kritis, dan kemampuan reflektif peserta didik. Oleh karena itu, kisi-kisi ini dirancang tidak hanya untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengaitkan ajaran Islam dengan realitas sosial, budaya, dan perkembangan zaman.
Pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, fokus pembelajaran mencakup pendalaman hukum bacaan mad dan bacaan gharib, serta analisis kandungan ayat dan hadis secara tekstual maupun kontekstual. Peserta didik diharapkan mampu memahami nilai-nilai kekuasaan dan rahmat Allah, kejujuran, kepedulian sosial, semangat menuntut ilmu, serta sikap kritis terhadap fenomena negatif seperti korupsi dan hedonisme.
Mata pelajaran Akidah Akhlak menekankan penguatan akidah Islam yang mencakup iman, Islam, dan ihsan, serta pendalaman al-Asma’ al-Husna dan rukun iman. Selain itu, peserta didik diarahkan untuk menerapkan akhlak terpuji seperti istiqamah, ikhlas, sabar, dan tawakal, sekaligus mampu mengidentifikasi serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan nyata, termasuk dalam interaksi sosial dan penggunaan media digital.
Dalam mata pelajaran Fikih, peserta didik dibimbing untuk memahami tata cara ibadah secara komprehensif, mulai dari thaharah, salat, puasa, zakat, hingga haji dan umrah. Pembahasan juga meluas pada aspek muamalah seperti jual beli, riba, hutang piutang, dan waris, sehingga peserta didik memiliki landasan hukum Islam yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Kebudayaan Islam memberikan wawasan tentang dinamika dakwah Rasulullah saw., keteladanan Khulafaurasyidin, perkembangan peradaban Islam pada berbagai daulah, hingga sejarah Islam di Indonesia. Melalui kajian ini, peserta didik diharapkan mampu mengambil inspirasi kepemimpinan, moderasi, dan semangat keilmuan untuk membangun karakter yang toleran dan berwawasan kebangsaan.
Pada mata pelajaran Bahasa Arab, penilaian diarahkan pada kemampuan memahami informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks, serta kemampuan menyusun paragraf dan dialog sederhana dengan struktur gramatikal yang tepat. Penguasaan tata bahasa menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi literasi dan komunikasi dalam bahasa Arab secara kontekstual.
Melalui kisi-kisi ini, pelaksanaan Ujian Madrasah MTs diharapkan mampu mencerminkan proses pembelajaran yang mendalam, integratif, dan relevan dengan tantangan masa kini. Dengan demikian, lulusan MTs tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir analitis, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
.jpg)